Minggu, 22 April 2012

penerapan mpkp di rs


PENGEMBANGAN MODEL PRAKTEK
KEPERAWATAN PROFESIONAL(MPKP)
A. Pendahuluan
Salah satu usaha untuk memberikan pelayanan yang berkualitas dan profesionaladalah penataan sistem pemberian pelayanan keperawatan melalui pengembanganmodel praktik keperawatan yang ilmiah yang disebut dengan Model Praktik Keperawatan Profesional (MPKP). Model ini sangat menekankan pada kualitaskinerja tenaga keperawatan yang berfokus pada profesionalisme keperawatan antaralain melalui penetapan dan fungsi setiap jenjang tenaga keperawatan, sistem pengambilan keputusan, sistem penugasan dan sistem penghargaan yang memadai.Model praktik keperawatan ini diyakini dapat menjadi salah satu daya ungkit pelayanan yang berkualitas, yang memungkinkan perawat profesional menatastruktur (menentukan jumlah, jenis dan standar kebutuhan tenaga) serta menata proses pemberian asuhan keperawatan melalui hubungan perawat-pasien yang berkesinambungan sehingga memungkinkan perawat primer bertanggung jawab dan bertanggung gugat atas asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien yangmenjadi tanggung jawabnya.Di berbagai negara telah banyak dilakukan kegiatan untuk meningkatkan mutuasuhan keperawatan melalui pengembangan MPKP, keuntungan dari penerapanMPKP dapat dilihat dari penurunan angka kejadian infeksi pada kateter urin, penurunan jumlah pasien yang mengalami dekubitus, angka perpindahan perawatmenurun, adanya kepuasan pasien dan kepuasan perawat serta adanya hubungan perawat-pasien yang berkesinambungan.Pengembangan MPKP merupakan hal yang sangat penting dalam mewujudkankontribusi profesi keperawatan untuk meningkatkan mutu pelayanan keperawatan,melalui pengembangan MPKP ini masyarakat dapat melihat dan merasakan secarakonkrit pemberian pelayanan keperawatan yang profesional.
MPKP sebagai Pelayanan Prima Keperawatan
Pelayanan prima keperawatan dikembangkan dalam bentuk model praktek keperawatan profesional (MPKP), yang pada awalnya dikembangkan oleh Sudarsono(2000) di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan beberapa rumah sakit umumlainnya di Indonesia. Menurut Sudarsono (2000), MPKP adalah suatu sistem(struktur, proses dan nilai-nilai profesional) yang memungkinkan perawat professional mengatur pemberian asuhan keperawatan termasuk lingkungan yang diperlukanuntuk menopang pemberian asuhan keperawatan tersebut.Berdasarkan pengalaman Sudarsono (2000) dikembangkan beberapa jenis MPKPsesuai dengan kondisi sumber daya manusia yang ada yaitu :
11.Model Praktek Keperawatan Profesional III
Tenaga perawat yang akan bekerja di ruangan ini semua profesional dan ada perawat yang sudah menyandang gelar doctor dalam pengalaman klinik,sehingga praktik keperawatan berdasarkan
evidence based.
Di ruangan tersebutdilakukan penelitian keperawatan, khususnya penelitian klinis sertamemanfaatkan hasil riset dalam memberikan asuhan keperawatan.

2.Model Praktek Keperawatan Profesional II
Tenaga perawat yang bekerja di ruangan ini mempunyai kemampuan spesialis keperawatan yang dapat memberikan konsultasi kepada perawat primer. Diruangan ini digunakan hasil-hasil penelitian keperawatan dan melakukan penelitian keperawatan.

3.Model Praktek Keperawatan Profesional I
Model ini menggunakan 3 komponen utama yaitu ketenagaan, metode pemberianasuhan keperawatan dan dokumentasi keperawatan. Metode yang digunakan padamodel ini adalah kombinasi metode keperawatan primer dan metode tim yangdisebut tim-primer.

4.Model Praktek Keperawatan Profesional Pemula
Model ini menyerupai MPKP I, mempunyai 3 komponen utama seperti MPKP Itetapi baru tahap awal pengembangan yang akan menuju profesional I.Pada modul ini akan dikembangkan penatalaksanaan kegiatan keperawatan berdasarkan 4 pilar nilai profesional yaitu
management approach, compensatoryreward, professional relationship dan patient care delivery.
Pilar-pilar professional diaplikasikan dalam bentuk aktivitas-aktivitas pelayanan professional yang, dipaparkan dalam bentuk 4 modul.Modul-modul tersebut adalah :
Modul I : Manajemen Keperawatan
• Modul II : Compensatory Reward
 • Modul III : Professional Relationship
• Modul IV : Patient Care Delivery
Kegiatan yang ditetapkan pada tiap pilar merupakan kegiatan dasar MPKP denganmodel MPKP pemula. Kegiatan tersebut dapat dikembangkan jika tenagakeperawatan yang bekerja lebih berkualitas atau model MPKP telah meningkat ke bentuk MPKP Profesional


MODUL I
MANAJEMEN KEPERAWATAN RUANG MODEL
PRAKTEK KEPERAWATAN PROFESIONAL
A. Pendahuluan
Manajemen adalah proses dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain(Gillies,1989). Swanburg (2000) mendefinisikan manajemen sebagai ilmu atau senitentang bagaimana menggunakan sumber daya secara efisien, efektif dan rasionaluntuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.Pelayanan keperawatan adalah pelayanan yang dilakukan oleh banyak orangsehingga perlu menerapkan manajemen yaitu dalam bentuk manajemen keperawatan.Manajemen keperawatan adalah suatu proses bekerja melalui anggota staf keperawatan untuk memberikan asuhan, pengobatan dan bantuan terhadap para pasien (Gillies, 1989).Model praktek keperawatan mensyaratkan pendekatan manajemen (management approach) sebagai pilar praktek profesional yang pertama. Oleh karena itu prosesmanajemen harus dilaksanakan dengan disiplin untuk menjamin pelayanan yangdiberikan kepada pasien atau keluarga merupakan praktek yang profesional. Pendekatan Manajemen di MPKP Di ruang MPKP pendekatan manajemen diterapkan dalam bentuk proses majemenyang terdiri dari tahapan proses :
1. Perencanaan (planning) (modul IA)
2. Pengorganisasian (organising) (modul IB)
3. Pengarahan (directing) (modul 1C)
4. Pengendalian (controlling) (modul ID)
B. Tujuan
Setelah mempelajari modul ini diharapkan perawat mampu :
1. Menerapkan perencanaan di MPKP
2. Menerapkan pengorganisasian di MPKP
3. Menerapkan proses pengarahan di MPKP
4. Menerapkan pengendalian di MPKP3

 

MODUL-IA. PERENCANAAN DI RUANG MPKP
A.Pendahuluan
Perencanaan adalah keseluruhan proses pemikiran dan penentuan secara matang hal-hal yang akan dikerjakan di masa mendatang dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan (Siagian, 1990). Perencanaan dapat juga diartikan sebagai suatu rencana kegiatan tentang apa yang harus dilakukan, bagaimana kegiatan itudilaksanakan, dimana kegiatan itu dilakukan. Sehingga perencanaan yang matangakan memberi petunjuk dan mempermudah dalam melaksanakan suatu kegiatan.Dalam suatu organisasi perencanaan merupakan pola pikir yang dapat menentukan keberhasilan suatu kegiatan dan titik tolak dari kegiatan pelaksanaan selanjutnya.Kegiatan perencanaan dalam praktek keperawatan profesional merupakan upaya meningkatkan profesionalisme dalam pelayanan keperawatan sehingga mutu pelayanan bukan saja dapat dipertahankan tapi bisa terus meningkat sampai tercapai derajat kepuasan tertinggi bagi penerima jasa pelayanan keperawatan dan pelaksana pelayanan itu sendiri. Dengan demikian sangat dibutuhkan perencanaan yang profesional juga. Jenis-jenis perencanaan terdiri dari rencana jangka panjang, rencana jangkamenengah dan rencana jangka pendek. Perencanaan jangka panjang disebut juga perencanaan strategis yang disusun untuk 3 sampai 10 tahun. Perencanaan jangka menengah dibuat dan berlaku 1 sampai 5 tahun. Sedangkan perencanaan jangka pendek dibuat satu jam sampai dengan satu tahun. Hirarki dalam perencanaan terdiri dari perumusan visi, misi, filosofi, peraturan, kebijakan, dan prosedur (Marquis &Houston, 1998).Kegiatan perencanaan yang dipakai di ruang MPKP meliputi perumusan visi, misi,filosofi dan kebijakan. Sedangkan untuk jenis perencanaan yang diterapkan adalah perencanaan jangka pendek yang meliputi rencana kegiatan harian, bulanan dan tahunan.
B. Tujuan
Setelah mengikuti pelatihan MPKP diharapkan perawat mampu:
1. Merumuskan visi ruang MPKP
2. Merumuskan misi ruang MPKP
3. Merumuskan filosofi ruang MPKP
4. Memahami kebijakan ruang MPKP
5. Menyusun perencanaan jangka pendek yang meliputi rencana harian, bulanan dantahunan

C. Visi Di Ruang MPKP
Visi adalah pernyataan singkat yang menyatakan mengapa organisasi itu dibentuk serta tujuan organisasi tersebut. Visi perlu dirumuskan sebagai landasan perencanaan organisasi.
 Contoh visi di Ruang MPKP adalah
"Mengoptimalkan kemampuan hidup pasien dengan masalah kardiovaskuler sesuai dengan kemampuannya.”

D. Misi Di Ruang MPKP
Misi adalah pernyataan yang menjelaskan tujuan organisasi dalam mencapai visiyang telah ditetapkan. Contoh misi Ruang MPKP di RSMM Bogor adalah"
Memberikan pelayanan prima secara holislik melipuli bio, psiko, sosio dan spiritual dengan pendekatan keilmuan keperawatan kesehatan jiwa yang  profesional. " 

E. Filosofi di Ruang MPKP
Filosofi adalah seperangkat nilai-nilai kegiatan yang menjadi rujukan semua kegiatan dalam organisasi dan menjadi landasan dan arahan seluruh perencanaan jangka panjang. Nilai-nilai dalam filosofi dapat lebih dari satu.
Beberapa contoh pernyataan filosofi :
 Individu memiliki harkat dan martabat  Individu mempunyui tujuan tumbuh dan berkembang Setiap individu memiliki potensi untuk berubah Setiap orang berfungsi holistik (berinteraksi dan bereaksi terhadap lingkungan)

F. Kebijakan di ruang MPKP
Kebijakan adalah pernyataan yang menjadi acuan organisasi dalam pengambilankeputusan.Contoh kebijakan di ruang MPKP Rumah Sakit Meilia :
“Kepala Ruangan MPKP dipilih melalui fit and proper test”“Staf MPKP bertugas berdasarkan SK" Staf keperawatan yang bekerja di ruang MPKP minimal pendidikan DIII  Keperawatan dan atau DIII Kebidanan“

G. Rencana Jangka Pendek di Ruang MPKP
Rencana jangka pendek yang diterapkan di ruang MPKP terdiri dari rencana harian, bulanan dan tahunan. 

1. Rencana harian
Rencana harian adalah kegiatan yang akan dilaksanakan oleh perawat sesuaidengan perannya masing-masing, yang dibuat pada setiap shift. Isi kegiatandisesuaikan dengan peran dan fungsi perawat. Rencana harian dibuat sehari sebelum dinas atau satu jam sebelum operan dilakukan dan dilengkapi pada saat operan dan pre conference
a. Rencana harian kepala ruangan
Isi rencana harian kepala ruangan meliputi :
Asuhan keperawatan
Supervisi katim dan perawat pelaksana
Supervise tenaga selain perawat dan kerjasama dengan unit terkait


Contoh rencana harian kepala ruangan
Nama :                                                 ruangan :                                 tanggal :
Jumlah perawat :                                 jumlah pasien :

waktu
Kegiatan
keterangan
07 00
Operan
 Pre conference
(jika jumlah tim lebih dari 1), mengecek SDM dan sarana dan prasarana


08 00
Mengecek kebutuhan pasien (pemeriksaan, kondisi dll

09 00
Melakukan interaksi dengan pasien baru atau pasien yangmemerlukan perhatian khusus

10 00
Melakukan supervisi pada ketua tim / perawat pelaksana
Perawat 1…………………………..(nama)
  …………………….       (tindakan )

Perawat 2…………………………..(nama)
  …………………….       (tindakan )
Perawat 3…………………………..(nama)
  …………………….       (tindakan )

11.00
Hubungan dengan bagian lain terkait rapat-rapat terstruktur /insidentil

12.00
Mengecek ulang keadaan pasien, perawat, lingkungan yang belumteratasi
Ishoma

13.00
Mempersiapkan dan merencanakan kegiatan asuhan keperawatanuntuk sore, malam dan besok sesuai tingkat ketergantungan pasienMengobservasi
 post conference


14.00
operan


b.Rencana harian ketua tim
Isi rencana harian ketua tim adalah :
• Penyelenggaraan asuhan keperawatan pasien pada tim yang menjadi"tanggung jawabnya”
• Melakukan supervisi perawat pelaksana
• Kolaborasi dengan dokter atau tim kesehatan lain
• Alokasi pasien sesuai perawat yang dinas
Contoh Rencana Harian Ketua Tim dapat dilihat pada Tabel 1.2
Tabel 1.2. Rencana Harian Ketua Tim
 Nama perawat : ………….. Nama pasien:…………… Ruangan: ……………. Tanggal: …………..
                          5.
                          6.
                          7.
                          8.


waktu
kegiatan
keterangan
07.00
Operan
 Pre conference
(jika jumlah anggota tim lebih dari 1 orang)Memberi pendidikan kesehatan dan memberi obat pasien


08.00
Pasien 1 ............................. (tindakan)
Pasien 2 ............................. (tindakan)
Pasien 3 ............................. (tindakan)


09.00
Supervisi perawat (dapat diatur sesuai kondisi dankebutuhan)
Perawat 1 .......................................(nama)
........................................ (tindakan)
Perawat 2 .......................................(nama)
........................................ (tindakan)

10.00
Mendampingi dokter visite

11.00
Pasien 1 ............................. (tindakan)
Pasien 2 ............................. (tindakan)
Pasien 3 ............................. (tindakan)

12.00
Melakukan evaluasi asuhan keperawatan dan membuat catatan perkembangan pasien
Ishoma

13.00
Post conference
dan menulis dokumentasiMemeriksa kelengkapan dokumentasi askepAlokasi pasien sesuai dengan perawat yang dinas


14.00
operan

c. Rencana harian perawat pelaksana
Isi rencana harian perawat pelaksana adalah tindakan keperawatan untuk sejumlah pasien yang dirawat pada shift dinasnya. Rencana harian perawat pelaksana shift sore dan malam agak berbeda jika hanya satuorang dalam satu tim maka perawat tersebut berperan sebagai ketua timdan perawat pelaksana sehingga tidak ada kegiatan
 pre dan post conference.

Contoh Rencana Harian Perawat Pelaksana dapat dilihat pada Tabel 1.3
Tabel 1.3. Rencana Harian Perawat Pelaksana
 Nama perawat : ………….. Nama pasien:…………… Ruangan: ……………. Tanggal: …………..
1.                                                          4.
2.                                                          5.
3.                                                          6
waktu
kegiatan
keterangan
07.00
14.00
21.00
Operan
 Pre conference
(jika 1 tim lebih dari 1 orang)Menyiapkan pasien untuk pemeriksaan diagnostik (dinas pagi)


08.00
15.00
22.00
Pasien 1 ............................. (tindakan)
Pasien 2 ............................. (tindakan)
Pasien 3 ............................. (tindakan)

09.00
16.00
23.00
Pasien 4 ............................. (tindakan)
Pasien 5 ............................. (tindakan)
Pasien 6 ............................. (tindakan)

10.00
17.00
24.00
Pasien 1 ............................. (tindakan)
Pasien 2 ............................. (tindakan)
Pasien 3 ............................. (tindakan)

11.00
18.00
05.00
Pasien 4 ............................. (tindakan)
Pasien 5 ............................. (tindakan)
Pasien 6 ............................. (tindakan)

12.00
19.00

Melakukan evaluasi terhadap tindakan yang telahdilakukan dan mendokumentasikan.Istirahat

13.00
20.00
06.00
Post Conference
(jika tim lebih dari satu orang) dandokumentasi askep


14.00
21.00
07.00
operan




d. Penilaian rencana harian perawat
Untuk menilai keberhasilan dari perencanaan harian dilakukan melalui observasi menggunakan instrumen jurnal rencana harian (Tabel 1.4).Setiap ketua tim mempunyai instrumen dan mengisinya setiap hari. Pada akhir  bulan dapat dihitung presentasi pembuatan rencana harian masing-masing perawat

Tabel 1.4. Jurnal Pembuatan Rencana Harian (RH) Perawat
No
Nama perawat
bulan
jmlh
%
1
2
3
4
5
6


30
1
Noni
v
v
v
v
o
o
-
-
v
5
90
2
dwi
o
v
v
v
-
v
v
v
v
7
100
3
iyut
v
v
v
o
-
v
v
v
v
7
100
4
lia































































Keterangan
(v)= Perawat membuat rencana harian
(-)= Perawat tidak membuat rencana harian
(0)= Perawat Libur 
Presentasi RH = Jumlah RH yg dibuat      x 100%Jumlah
                           hari dinas pd bulan tersebut
2. Rencana bulanana. Rencana bulanan karu
Setiap akhir bulan kepala ruangan melakukan evaluasi hasil keempat pilar atau nilai MPKP dan berdasarkan hasil evaluasi tersebut kepala ruangan akanmembuat rrencana tindak lanjut dalan rangka peningkatan kualitas hasil.Kegiatan yang mencakup rencana bulanan karu adalah:
•Membuat jadwal dan memimpin
case conference
•Membuat jadwal dan memimpin pendidikan kesehatan kelompok keluarga
•Membuat jadwal dinas
•Membuat jadwal petugas menerima pasien baru
•Membuat jadwal dan memimpin rapat bulanan perawat
•Melakukan jadwal dan memimpin rapat tim kesehatan
•Membuat jadwal supervisi dan penilaian kinerja ketua tim dan perawat pelaksana
•Melakukan audit dokumentasi
•Membuat laporan bulanan
Contoh Rencana Bulanan Kepala Ruangan dapat dilihat pada Tabel 1.5.
Tabel 1.5. Rencana Bulanan Kepala Ruangan
RENCANA KEGIATAN BULANAN KEPALA RUANGAN MPKP
Bulan
Ruang

Senin
1
Selasa
2
Rabu
3
Kamis
4
Jumat
5
Sabtu
6
Minggu
7
Rapat RenLap Blnn
8
Supervisi
Katim

9
Audit Dok


10
Supervisi
PA

11
Audit Dok


12
PenkesKelp Kelg

13



14
Rapat koor

15
Supervisi
Katim
16
Audit Dk

17
Supervisi
PA
18
Audit Dok

19
Case Conf

20 


21


22
Supervisi
Katim
23
Audit Dok

24
Supervisi
PA
25
Audit Dok

26
PenkesKelp Kelg
27


28
Menyusun jadwaldinas

29
Supervisi
Katim
30
Audit Dok

31
Supervisi
PA
Audit Dok
Case Con

Rapatkoord
Supervisi
Katim
Audit Dok




Mengetahui
Kepala ruangan

b.Rencana bulanan ketua tim
Setiap akhir bulan ketua tim melakukan evaluasi tentang keberhasilan kegiatanyang dilakukan di timnya. Kegiatan-kegiatan yang mencakup rencana bulanan katim adalah:
• Mempresentasikan kasus dalam
case conference

•Memimpin pendidikan kesehatan kelompok keluarga
• Melakukan supervisi perawat pelaksana
Contoh Rencana Bulanan Ketua Tim dapat dilihat pada Tabel 1.6

Rencana bulanan ketua tim mpkp
Bulan :

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

Sabtu

Minggu

1

Rapat RenLap Blnn

2
Supervisi
PA


3
Supervisi
PA



4
Supervisi
PA


5

Supervisi
PA


6
Case Conf Penkes Klg
7



Alokasi pasien
15
16 Supervisi
PA


17 Supervisi
PA

Supervisi
PA
18

19 Supervisi
PA

Case Conf Penkes Klg
20 


21
Alokasi pasien

22
Supervisi
PA
23
Supervisi
PA

24
Supervisi
PA
25

26 Supervisi
PA

PenkesKelp Kelg
27


28
Menyusun jadwal dinas

29
30 Supervisi
PA

Supervisi
PA

31
Supervisi
PA
Supervisi
PA

 Case Conf Penkes Klg


Menyusn Laporan Tim
Koordinasi dg Katim menyusun Lap Bin
Menyusun
Laporan
Bulanan




Ketua tim
(                        )                                                                     karu
                                                                           (                                    )




3. Rencana tahunan
Setiap akhir tahun kepala ruangan melakukan evalusi hasil kegiatan dalam satutahun yang dijadikan sebagai acuan rencana tindak lanjut serta penyusunanrencana tahunan berikutnya. Rencana kegiatan tahunan mencakup :
Menyusun laporan tahunan yang berisi tentang kinerja MPKP baik  proses kegiatan (aktivitas yang sudah dilaksanakan dari 4 pilar praktek  professional) serta evaluasi mutu pelayanan.
Melaksanakan rotasi tim untuk penyegaran anggota masing-masing tim.
Penyegaran terkait dengan materi MPKP khusus untuk kegiatan yangmasih rendah pencapaiannya. Ini bertujuan mempertahankan kinerjayang telah dicapai MPKP dan untuk meningkatkan kinerja di masamendatang.
Pengembangan SDM dalam bentuk rekomendasi peningkatan jenjang karir perawat (pelaksana menjadi katim, katim menjadi karu),rekomendasi untuk melanjutkan pendidikan formal, membuat jadwal untuk mengikuti pelatihan-pelatihan.



MODUL 1- B. PENGORGANISASIAN DI RUANG MPKP

A. Pendahuluan
Pengorganisasian adalah pengelompokan aktivitas untuk mencapai tujuan, penugasan suatu kelompok tenaga keperawatan, menentukan cara dari pengkoordinasian aktivitas yang tepat, baik vertikal maupun horizontal, yang bertanggung jawab untuk mencapai tujuan organisasi.Pengorganisasian kegiatan dan tenaga perawat di ruang MPKP menggunakan pendekatan Sistem Penugasan Modifikasi Keperawatan Tim-Primer. Secara vertikalada Kepala Ruangan, Ketua Tim, dan Perawat Pelaksana. Setiap tim bertanggung jawab terhadap sejumlah pasien. Pengorganisasian di Ruang MPKP terdiri dari:
1.Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen dalam suatu organisasi(Sutopo, 2000). Pada pengertian stuktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan menunjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan yang berbeda-beda diintegrasikan atau dikoordinasikan. Struktur organisasi juga menunjukkan spesialisasi pekerjaan.
2.Daftar Dinas Ruangan
Daftar yang berisi jadwal dinas, perawat yang bertugas, penanggung jawab dinas.
3.Daftar Pasien
Daftar pasien adalah daftar yang berisi nama pasien, nama dokter, nama perawat dalam tim, penanggung jawab pasien, dan alokasi perawat saat menjalankan dinas di tiap shift.
B. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari modul ini diharapkan perawat mampu :
a. Menyusun struktur organisasi di ruang MPKP
b. Menyusun jadwal dinas
c. Menyusun daftar alokasi asuhan keperawatan pasien
C. Struktur Organisasi Ruang MPKP
Struktur organisasi Ruang MPKP menggunakan sistem penugasan tim-primer keperawatan. Ruang MPKP dipimpin oleh kepala ruangan yang membawahi dua ataulebih ketua tim. Kutua tim berperan sebagai perawat primer membawahi beberapa perawat pelaksana yang memberikan asuhan keperawatan secara menyeluruh kepadasekelompok pasien. Struktur organisasi tersebut dapat digambarkan dalam bagan :
1. Mekanisme Pelaksanaan Pengorganisasian di Ruang MPKP
a)Kepala ruangan membagi perawat yang ada menjadi 2 tim dan tiaptim diketuai oleh seorang ketua tim yang terpilih melalui test. 
b)Kepala Ruangan bekerja sama dengan Ketua Tim mengatur jadwaldinas (pagi, sore, malam).
c)Kepala Ruangan membagi pasein untuk masing-masing tim.
d)Apabila suatu ketika satu tim kekurangan perawat pelaksana karenakondisi tertentu, kepala ruangan dapat memindahkan perawat pelaksana ketim yang mengalami kekurangan perawat pelaksana.
e)Kepala ruangan menunjuk penanggung jawab shift sore, malam, dan shift pagi apabila karena sesuatu hal kepala ruangan sedang tidak bertugas. Untuk itu yang dipilih adalah perawat yang paling kompeten dari perawat yang ada.Sebagai pengganti kepala ruangan adalah ketua tim, sedangkan jika ketua tim berhalangan, tugasnya digantikan oleh anggota tim (perawat pelaksana) yang paling kompeten, di antara anggota tim.
f)Ketua tim menetapkan perawat pelaksana untuk masing-masing pasien.
g)Ketua tim mengendalikan asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien baik yang diterapkan oleh dirinya maupun oleh perawat pelaksana anggota timnya.
h)Kolaborasi dengan tim kesehatan lain dilakukan oleh ketua tim. Bila ketuatim karena suatu hal tidak sedang bertugas maka tanggung jawabnyadidelegasikan kepada perawat paling kompeten yang ada di dalam tim.
i)Masing-masing tim memiliki Buku Komunikasi. 
j)Perawat pelaksana melaksanakan asuhan keperawatan kepada pasien yangmenjadi tangggung jawabnya.Pelaksanaan struktur organisasi dapat di observasi dengan menggunakan instrumen pada Tabel 1.7



2. Uraian Tugas Personil di MPKP
a. Kepala Ruangan
1) Management Approach :

a)Perencanaan
Menyusun visi
Menyusun misi
Menyusun filosofi
Menyusun rencana jangka pendek : harian, bulanan, tahunan 
b) Pengorganisasian
• Menyusun struktur organisasi
• Menyusun jadwal dinas
• Membuat daftar alokasi pasien 
c)Pengarahan
• Memimpin operan
• Menciptakan iklim motivasi
• Mengatur pendelegasian
• Melakukan supervisi
d) Pengendalian
• Mengevaluasi indikator mutu
• Melakukan audit dokumentasi
• Melakukan survey kepuasan pasien, keluarga, perawat, dan tenagakesehatan lainnya
• Melakukan survey masalah kesehatan / keperawatan
2)Compensatory reward 
•Melakukan penilaian kinerja ketua tim dan perawat pelaksana
• Merencanakan dan melaksanakan pengembangan staf 

3) Professional relationship
•Memimpin rapat keperawatan
• Memimpin konferensi kasus
• Melakukan rapat tim kesehatan
• Melakukan kolaborasi dengan dokter 
4) Pasien care delivery
(1)Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan hipertermia
(2)Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan nyeri akut
(3)Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan perubahan perfusi jaringan perifer 
(4)Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan perubahan perfusi jaringan cerebral
(5)Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan tidak toleransi beraktifitas
(6)Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan keterbatasanaktivitas
(7)Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan pola nafastidak efektif 
(8)Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan tidak efektifnya bersihan jalan nafas
(9)Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan pertukaran gas
(10)Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan penurunan curah jantung
(11)Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan
(12)Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan perubahan nutrisi : lebih dari kebutuhan
(13)Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengankekurangan volume cairan
(14)Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengananxietas
(15)Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengangangguan pemenuhan cairan
(16)Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengankurang pengetahuan
b. Ketua Tim

1). Management Approach

a) Perencanaan
• Menyusun rencana jangka pendek (rencana harian, rencana bulanan)


 b) Pengorganisasian
• Menyusun jadwal dinas bersama kepala ruangan
• Membagi alokasi pasien kepada perawat pelaksana
c) Pengarahan
• Memimpin pre conference
•Memimpin post conference
• Menciptakan iklim motivasi dalam timnya
• Mengatur pendelegasian dalam timnya
• Melaksanakan supervisi kepada anggota timnya
d) Pengendalian
• Mengobservasi pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien
• Memberikan umpan balik pada perawat pelaksana
2)Compensatory reward 
•Menilai kinerja perawat pelaksana
3) Professional relationship
• Melaksanakan konfrensi kasus
• Melakukan kolaborasi dengan dokter 
4) Patient Care Delivery
(1) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan hipertermia
(2) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan nyeri akut
(3) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan perubahan perfusi jaringan perifer 
(4) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan perubahan perfusi jaringan cerebral
(5) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan tidak toleransi beraktifitas
(6) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan keterbatasanaktivitas
(7) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan pola nafas tidak efektif 
(8) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan tidak efektifnya bersihan jalan nafas
(9) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan pertukaran gas
(10) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan penurunancurah jantung
(11) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan perubahannutrisi : kurang dari kebutuhan
(12) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan perubahannutrisi : lebih dari kebutuhan(
13) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan kekurangan volume cairan
(14) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan anxietas
(15) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan cairan
(16) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan kurang pengetahuan
c. Perawat pelaksana 
1. Perencanaan
Menyusun rencana jangka pendek (rencana harian)
2.Patient Care Delivery
(1) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan hipertermia
(2) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan nyeri akut
(3) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan perubahan perfusi jaringan perifer 
(4) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan perubahan perfusi jaringan cerebral(
5) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan tidak toleransi beraktifitas
(6) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan keterbatasan aktivitas
(7) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan pola nafas tidak efektif 
(8) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan tidak efektifnya bersihan jalan nafas(
9) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan pertukaran gas
(10) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan penurunancurah jantung(
11) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan perubahannutrisi : kurang dari kebutuhan
(12) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan perubahan nutrisi : lebih dari kebutuhan
(13) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan kekuranganvolume cairan
(14) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan anxietas
(15) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan cairan
(16) Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan kurang pengetahuan
3. Daftar Dinas Ruangan
Daftar dinas ruangan disusun berdasarkan tim, dibuat dalam satu minggu,sehingga perawat sudah mengetahui dan mempersiapkan dirinya untuk melakukan dinas. Pembuatan jadwal dinas perawat dilakukan oleh kepala ruangan pada hari terahir minggu tersebut untuk jadwal dinas pada minggu yang selanjutnya dan bekerja sama dengan ketua tim. Setiap tim mempunyai anggota yang berdinas pada pagi, sore dan malam serta yang lepas dari dinas (libur) terutama yang telah berdinas pada malam hari

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar